Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Bernard Lewis: Pakar Kajian Orientalis Bidang Sejarah Islam

bernard
Sumber: middle east eye

Bernard Lewis lahir di London pada tanggal 31 Mei 1916 dalam golongan kelas pertengahan masyarakat Yahudi di Stoke Newington, London. Sejak tahun 1982, ia telah resmi  menjadi warga negara Amerika Serikat. Pada tahun 1936, Benard Lewis mendapat gelas BA dalam bidang kajian sejarah (NEAR) karena telah tamat Sekolah Pengajian Oriental (School of Oriental and African Studies). Kemudian lanjut menuntut ilmu dengan tokoh orientalis terkemuka, Louis Massignon dan mendapat gelas “Diplome des Etudes Semitiques” tahun 1937 di University Paris. Setahuhn setelahnya, ia kembali ke SOAS sebagai pengajar dan ketika berusia 33 tahun melanjutkan Ph. D dalam kajian Sejarah Islam. Pada tahun 1947, Lewis menikah dengan Ruth Helene Oppenhejm dan dikaruniai dua anak. Akan tetapi, ia cerai dengan istrinya pada tahun 1974.

Bernard Lewis merupakan seorang ahli sejarah British-Amerika, pakar dalam kajian orientalis yang memiliki pengaruh besar terhadap politik Amerika Serikat terhadap Islam. Selain itu, ia dikenal sebagai penganalisis politik dan intelektual awam. Masyarakat Islam mulai mengenal Lewis setelah mengeluarkan buku dan karyanya tentang sejarah “Kekhalifahan Usmaniyah” dan pada tahun 1978 ia berdebat intelektual dengan Profesor Edward Said tentang konflik Israel-Palestina. Lewis dilabeli sebagai orientalis negatif dan agen imperialism barat terhadap dunia Islam.

Tipologi Muslim Menurut Bernard

Lewis membagi Muslim menjadi tiga golongan. Pertama, melihat Barat secara umum dan Amerika Serikat secara khusus sebagai musuh Islam selamanya dan menjadi penghalang utama dalam penerapan keimanan dan hukum-hukum Tuhan. Sehingga cara paling tepat menghadapi kaum Barat dengan berperang. Kedua, kaum Muslim tetap berpegang teguh terhadap kepercayaan dan budayanya dan mau ikut andil dengan Barat, asalkan menciptakan ketentraman dan kedamaian dunia yang lebih bebas. Ketiga, Barat dianggap sebagai musuh utama bagi kalangan Muslim. Kalangan Muslim sadar bahwa kekuatan Barat lebih kuat dibanding Muslim. Sehingga hanya melakukan akomodasi sesaat dalam memperjuangkan akhir nantinya.

Baca Juga  Meninjau Kajian Orientalis dalam mengkaji Al-Quran dan Hadis

Lewis telah menulis lebih dari tiga puluh buku  dan ratusan artikel jurnal ilmiah tentang sejarah Islam dan Timur Tengah. Di antara karyanya, The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror, Islam and The West, What Went Wrong? Western Impact and Middle Eastern Response, The mergence of Modern Turkey, dan The Arab in History.

Fundamentalisme Islam di Amerika

Selain itu, Lewis adalah tokoh pertama yang mencetuskan ‘fundamentalisme Islam’ di Amerika dan mendorong Samuel Huntington untuk menulis perihal pertembungan antara agama Islam dan Kristen. Muslim fundamentalis berdampak pada berlebihannya modernisasi dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai Islam secara murni. Selain itu, kembali pada Islam yang sejati menjadi obat dari penyakit dan menghapus hukum-hukum dan aspek sosial. Kemudian digantikan dengan syariat. Perlawanan melawan pengkhianat di dunia Islam dengan Westernisasi menjadi perjuangan tertinggi.

Dalam bukunya “Muslim Discovery of Europe” menyatakan bahwa masyarakat Islam tidak boleh bersaing dengan dunia Barat dan kejayaan Perang Sabil karena Islam lemah. Dalam menjatuhkan Islam, berawal dari Nabi Muhammad saw. lahir dan meyakini bahwa tidak akan pernah berhenti hingga hari akhir dengan berbagai cara dalam melenyapkan ajaran Illahi. Ia mendirikan pusat kajian khas dengan tujuan untuk menyelidiki dan mencari kelemahan Islam. Sehingga muncul hero-orientalis dalam meneruskan maupun memutarbalikkan hal mengenai Islam.

Bernard Lewis juga memiliki cara pandangnya mengenai Kristen Barat dan kaum Zionis yang dipahami dari posisinya sebagai bagian dari konspirasi Barat-Zionis dalam pemeliharaan kepentingan dan pendirian kelompok Zionis. Tak heran, jika setelah Perang Dingin selesai, tetap masih berlanjut. Kepakarannya dalam bidang sejarah Islam dan Timur Tengah dimanfaatkan dalam upaya melancarkan misi kelompok neo-konservatif dalam menata tata dunia.

Baca Juga  Polemik Qira’at atas Otentisitas Al-Qur’an

Editor: An-Najmi

Fina Izzatul Muna
Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Minat kajian: orientalisme