Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Bantahan Al-Qur’an Tentang Isa bin Maryam adalah Tuhan

isa
Sumber: https://sanadmedia.com/

Jamaknya penyebutan Nabi Isa alaihissalam dalam al-Qur’an menunjukan pentingnya sosok Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Kata Isa sendiri disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak 25 kali, namun apabila kata Isa yang disandingkan dengan “bin Maryam” dan “al-Masih” berjumlah 32 kali. Nama Isa tersebar dalam al-Qur’an di beberapa surah yang diturunkan di Madaniyah (al-Baqarah, ali-Imran, an-Nisa’, at-Taubah, al-Ahzab, al-Hadid, al-Shaf) dan Makkiyah (al-An’am, Maryam, al-Mukminun, al-Syura, al-Zukhruf).

Perbedaannya diskusi mengenai Isa di kelompok surah madaniyah, banyak menceritakan persoalan ketuhanan yang sangat mendasar dan kondisi Isa yang kaitannya dengan rohul kudus. Kemudian yang akan melahirkan aspek hukum dalam keyakinan agama lain. Sedangkan pada ayat Makkiyah banyak menceritakan tentang kelahiran serta bagaimana dengan posisi Isa dan keluarganya.

5 Nama yang Melekat dengan Nabi Isa

Pertama, al-Masih yang disebutkan dalam surah al-Ma’idah ayat 72. Nabi Isa sebagai al-Masih, karena kaitannya Nabi Isa adalah seorang Nabi, seorang yang unggul yang ditandai dengan tradisi orang bani Israil pada waktu itu yaitu diurapi sebagai tanda mendapatkan jabatan atau kedudukan khusus. Penamaan al-Masih kepada Nabi Isa juga berati yang dalam bahasa ibrani yaitu mesaya yang berati pemimpin yang telah ditunggu-tunggu dan sangat diharapkan dapat menyelamatkan bani Israil. Selain itu al-Masih menurut Fakhruddin Ar-Razi berati Nabi Isa memiliki cakupan dakwah yang luas pada di daerahnya saat itu.

Kedua, ‘Abdun yang terdapat dalam surah an-Nisa’ ayat 172. Al-Qur’an menegaskan bahwa Nabi Isa adalah seorang hamba yang menghamba kepada Allah SWT. Kalau kita merujuk pada kitab yang lain tentang posisi ‘Abdun yang melekat kepada Nabi Isa juga disebutkan dalam kitab Yeyasa sebagai hamba atau budak yang melayani kehendak Allah SWT. Nama ‘Abdun ini menegaskan bahwa posisi Nabi Isa bin Maryam tidak melampaui sebagai ‘Abdun, lebih-lebih posisinya sebagai tuhan. Oleh karena itu al-Qur’an sama sekali tidak mengambarkannya seperti itu.

Baca Juga  Fathurrahman Kamal: Dua Orientasi Kehidupan Manusia

Ketiga, Nabi yang terdapat dalam surah Maryam ayat 30. Menegaskan bahwa posisi Isa sebagai seorang Nabi yang mendapatkan amanah sekaligus menyebarkan dakwah tauhidnya kepada orang-orang disekitarnya. Dan ini merupakan tugasnya sebagai Nabi dan Rasul Allah SWT. Maka, yang keempat nama yang melekat pada Isa dalam al-Qur’an Isa sebagai Rasul yang disebutkan dalam surah al-Baqarah ayat 87.

Kelima, Kalimah dalam surah ali-Imran ayat 39. Maksudnya dengan kalimat atau firman Allah yang menunjukan kuasa Allah yang menciptakan Nabi Isa dari Ibunya Maryam tanpa seorang ayah. Dan ini menjadi intrepetasi tantangan bagi orang Bani Israil mempercayai itu, bahwa Allah lah yang bisa melakukan itu.

Keenam, nama Ruh yang disebutkan dalam surah al-Baqarah 87 dan 253. Konsep ruh yang melekat pada nama Isa menggambarkan fungsi bahwa semua makhluk yang ditiupkan ruh dari Allah. Nama Isa sebagai ruh ini juga mempertegas bahwa Isa bin Maryam, al-Masih, ‘Abdun, Nabi, Rasul, Kalimah itu juga makhluk Allah dan ia merupakan makhluk yang ditiupkan ruhnya oleh Allah. Ini menegaskan bahwa Isa adalah bagian dari makhluk Allah dan bukan seorang khaliq.

“Jadi 6 nama-nama ini menggambarkan keagungan Isa bin Maryam, yang posisinya itu ditolak, yang posisinya diinterpretasikan secara berbeda-beda yang menyecederai paradigma utuh ketauhidan yang diajarkan para Nabi. Sekaligus sebagai informasi kepada Rasulullah SAW untuk dijelaskan kepada orang-orang yang mendebat Rasulullah terkait Isa bin Maryam”, ucap Ustadi.

Penyampain ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag (Ketua Divisi Kajian Al-Qur’an dan Hadis Majelis Tarjih) dalam pengajian tarjih Muhammadiyah Edisi ke-117. Pengajian dengan tema Nabi Isa dalam perspektif al-Qur’an ini diselenggarakan via zoom meeting dan streaming youtube (11/2).

Baca Juga  Taliban: Gerakan Nasionalisme Kaum Santri dalam Politik Afganistan

Adapun sebutan nama yang melekat pada Isa dalam al-Qur’an yaitu: Ayat (3:50), Matsal (3:59; 43;57, 59), Syahid (5: 117), Rahmah (19: 21), Wajih/ Pinunjul (3: 45), Min al-Muqarrabin (3:45), Min al-Shalihin (3: 46) dan Mubarak (19:31).

Reporter: An-Najmi Fikri R

Tanwir.id
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.