Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Antara Muhammadanisme, Muhammad SAW, dan Islam

Muhammad
Sumber: goodreads.com

Islam telah mampu menarik minat para pengkaji keislaman terutama para orientalis untuk menggali lebih jauh mengenai Islam itu sendiri. Di antara mereka ada yang berusaha objektif dalam menerangkan tentang Islam. Namun ada pula yang berusaha untuk mencari-cari kelemahan Islam. Baik yang sedang mencari-cari kelemahan Islam maupun yang objektif terhadap Islam, terkadang keliru juga dalam memahami Islam, mereka menyebut Islam dengan istilah Muhammadanisme. Muhammadanisme sendiri secara sederhana artinya yaitu ajaran Muhammad. Benarkah Islam ini ajaran Muhammad ? oleh sebab itu tulisan ini akan menguraikan hal ini lebih lanjut.

Muhammadanisme

Menurut Quraish Shihab (2018 :13) sebagian orientalis menamai ajaran Islam dengan  Muhammadanisme. Tujuannya adalah  untuk menggambarkan bahwa ajaran Islam bersumber dari pendapat dan pandangan Nabi Muhammad SAW secara pribadi.

Hal ini nampaknya berdasarkan analogi dari nama-nama ajaran atau agama lain yang menisbatkan (menyandarkan) kepada para pembawa ajarannya atau pencetusnya. Misalnya Budhisme, Confuanisme dan sebagainya.

Analogi ini sebenarnya sangat keliru ketika dihadapkan kepada agama Islam, karena agama Islam merupakan agama Samawi yang mengenal adanya konsep wahyu. Sedangkan ajaran atau agama yang dianalogikan tadi merupakan agama atau ajaran yang berdasarkan hasil renungan atau pemikiran para pencetusnya sendiri.

Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW bukanlah pencetus agama Islam, beliau hanyalah seorang nabi dan rasul utusan Allah yang menyampaikan isi wahyu dari Allah SWT.  Dipilihnya  nabi dan rasul ini dikarenakan tidak semua manusia dapat berhubungan langsung secara jelas dengan Tuhan, untuk memperoleh informasi dari-Nya. Oleh sebab itu Tuhan memilih orang-orang tertentu yang memiliki kesucian jiwa dan kecerdasan pikiran untuk menyampaikan informasi tersebut kepada umat manusia.

Banyak ayat yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW hanyalah seorang nabi dan rasul yang bertugas untuk menyampaikan risalah Allah SWT, misalnya “ Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka. (QS. Al-Baqarah : 119)“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia .Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS. Al-Maidah : 67)  “

Dalam menyampaikan risalah, Nabi Muhammad SAW diberikan oleh Allah al-Qur’an sebagai bahan pegangannya. Beliau diberi amanah untuk menjelaskan isi dan makna al-Qur’an tersebut. Dalam penjelasan memberikan penjelasan tersebut sebenarnya bukanlah dari pendapat beliau sendiri, tetapi merupakan wahyu juga yang keluar dari mulut beliau selain dari wahyu al-Qur’an (Sarwat, 2020 : 19). hal ini ditegaskan oleh ayat al-Qur’an “dan Tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. . ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (QS. An-Najm 3-4)

Islam bukan Muhammadanisme

Islam merupakan kata dalam bahasa Arab yang terambil dari kata Silm yang artinya damai, penyerahan diri. Dari kata damai ini mencerminkan bahwa agama Islam mendambakan kedamaian dalam pribadi dan masyarakat, baik lahir maupun batin. Sedangkan melalui penyerahan diri, mengisyaratkan bahwa pemeluknya menyerahkan diri secara total lahir dan batin, jasmani dan rohani, fisik, akal dan hati kepada Allah SWT (Quraish Shihab , 2018: 101).

Baca Juga  Imam Besar Umat Islam adalah Muhammad

Apabila ditelurusi, secara historis di dalam al-Qur’an nama Islam ini telah ada jauh sebelum Nabi Muhammad SAW diutus.  Nabi Ibrahim misalnya menamakan dirinya merupakan orang yang pertama kali menjadi seorang muslim. “ Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah (Muslim)”. (QS. Al-An’am : 162-163).

Jauh sebelum Nabi Ibrahim,Nabi Nuh juga mengakui bahwa dirinya merupakan seorang Muslim “jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku Termasuk golongan orang-orang yang berserah diri kepada-Nya( Muslim) (QS.Yunus : 72)”.

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa Islam bukanlah agama yang berasal dari ajaran Muhammad SAW sehingga tidak tepat apabila Islam disebut dengan nama Muhammadanisme. karena jauh sebelum Nabi Muhammad SAW diutus, Islam sudah diperkenalkan oleh para Nabi sebelum beliau yang mereka mengaku dirinya sebagai seorang muslim. Ini menunjukkan bahwa Islam itu ajaran yang bersumber dari Allah SWT bukan dari Nabi Muhammad SAW.

Raja Muhammad Kadri
Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu al-Quran Sumatera Barat