Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Anjuran Membaca Asmaulhusna dalam Al-Qur’an

Sumber: https://webmuslimah.com/

Tulisan ini akan menguraikan satu amalan yang sangat berfaedah. Amalan tersebut berupa bacaan zikir Asmaulhusna. Zikir ini tidak perlu diragukan lagi keshahihannya, karena merupakan anjuran yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an dan didukung oleh penjelasan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.

Makna Asmaulhusna

Asmaulhusna terdiri dari dua kata bahasa Arab, yaitu al-Asma dan al-Husna. Kata al- Asma adalah bentuk jamak dari kata al-Ism yang biasa diterjemahkan dengan “nama”. Sedangkan kata al-Husna adalah bentuk muannats/feminine dari kata Ahsan yang berarti terbaik. (Lihat Quraish Shihab, 2000: xxxvi)

Jadi, Asmaulhusna ini adalah sifat-sifat Allah yang dinamai-Nya dengan sendirinya.  Penyifatan nama-nama Allah dengan kata yang berbentuk superlatif ini menunjukkan bahwa nama-nama tersebut bukan saja baik, tetapi juga yang terbaik.

Anjuran Membaca Asmaulhusna

Mengenai anjuran untuk membaca Asmaulhusna ini ada beberapa ayat al-Qur’an yang menyebutkan tentang hal itu diantaranya sebagai berikut:

Artinya: “hanya milik Allah asmauhusna. Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. al-A’raf: 180)

Imam Syaukani dalam kitab tafsirnya Fathul Qadir menjelaskan bahwa ayat ini mengandung pemberitahuan dari Allah SWT. Bahwa Dia memiliki nama-nama secara global tanpa dirincikan, kemudian diperintahkan-Nya hamba-hamba-Nya untuk memohon dengan nama-nama itu sesuai dengan hajat. Nama-nama tersebut apabila diseru, akan menjadikan dikabulkannya permohonan.

3 Penyimpangan Dalam Asmaulhusna

Adapun maksud dari penyimpangan dalam ayat tersebut menurut Syaukani ada tiga macam. Pertama, mengubahnya, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang musyrik. Misalnya mengubah nama Allah menjadi Laata, ‘Aziiz menjadi ‘Uzza dan Mannan menjadi Manaat. Kedua, menambahinya, yaitu dengan menerka-nerka nama-nama yang tidak diizinkan Allah. Ketiga, menguranginya, yaitu menyeru-Nya dengan potongan-potongannya saja tanpa menyertakan potongan lainnya (apabila nama tersebut berangkai satu dengan yang lainnya).

Baca Juga  Tafsir Surat Ali-Imran Ayat 14: 6 Hal yang Disenangi Manusia

Dalam ayat yang lain juga diserukan sebagai berikut:

Artinya: Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”. (QS. al-Isra’: 110)

Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah (2004: 567) mengungkapkan bahwa ayat tersebut memerintahkan untuk menyeru Tuhan Yang Maha Esa dengan nama Allah atau dengan nama ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja diseru diantara semua nama-nama-Nya maka itu adalah baik. Allah mempunyai Asmaulhusna yakini nama-nama terbaik. Oleh sebab itu tidak perlu ragu menyebut salah satu nama itu atau kesemuanya, walaupun jumlah nama-Nya berbilang tetapi zatnya tidak berbilang.

Mengenai Jumlah Bilangan Asmaulhusna

Dalam menentukan jumlah Asmaulhusna para ulama yang merujuk kepada al-Qur’an mempunyai hitungan yang berbeda-beda, misalnya Thabathabai dalam tafsirnya Al-Mizan menyatakan bahwa jumlah Asmaulhusna sebanyak seratus dua puluh tujuh, dan itu belum termasuk yang disebutkan dalam hadis-hadis Nabi SAW.

Ibnu Barjam al-Andalusi dalam kitabnya Syarah al-Asma al-Husna menghimpun 132 nama populer yang termasuk ke dalam Asmaulhusna. Selanjutnya al-Qurthubi telah menghimpun dalam kitabnya al-Kitab al-Asna fi Syarah Asma al-Husna bahwa nama-nama Allah yang disepakati dan diperselisihkan keseluruhannya melebihi 200 nama. Dan Ibnul Arabi salah seorang ulama bermazhab Maliki menyebutkan bahwa ulama telah menghimpun nama-nama Allah dari al-Qur’an dan Sunnah sebanyak seribu nama (Shihab, 2000: xiii).

Dari berbagai pendapat para ulama, yang populer mengenai jumlah Asmaulhusna adalah Sembilan Puluh Sembilan. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW. yaitu

اِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةَ وَ تِسْعِينَ اسْمَا مِائَةَ الاَّ وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةً

Baca Juga  Penerapan Relasi Kekuasaan Michel Foucault dalam Al-Qur’an

Artinya: “Sesungguhnya Allah memiliki Sembilan puluh Sembilan nama – seratus kurang satu- siapa yang ahshaha’ (mengetahui/menghafal/menghitung/memeliharanya) maka dia masuk ke surga” (HR. Bukhari)

Nama-Nya Tidak Hanya 99

Syekh Utsaimin dalam kitab nya Syarah Shahih al-Bukhari, menjelaskan bahwa bilangan sembilan puluh sembilan tersebut bukan berarti nama-nama Allah terbatas pada jumlah tersebut. Tetapi penyebutan jumlah bilangan sembilan puluh sembilan adalah terkait dengan siapa yang menyebutnya sebanyak jumlah tersebut maka akan dimasukkan ke dalam surga. Imam Nawawi ketika menjelaskan hadis ini dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim juga menegaskan bahwa hadis ini tujuannya untuk memberitahukan satu cara untuk masuk surga, yaitu dengan menghafalnya, bukan dalam rangka membatasi jumlah nama-nama Allah SWT.

Penyunting: Ahmed Zaranggi Ar Ridho