Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Al Qur’an sebagai Kitab Suci Islam dalam Pandangan Kaum Orientalis

qur'an
Sumber: istockphoto.com

Hubungan Timur dan Barat merupakan suatu permasalahan yang tidak bisa lepas dari kajian orientalisme. Masing-masing pihak memandang satu sama lain dalam pihak yang salah, daerah timur yang merepresentasikan Islam memandang bahwa para orientalis adalah orang-orang dari kaum Yahudi dan kaum Nasrani yang aktifitasnya hanya menampakan sifat dan sikap kebencian terhadap doktrin umat islam dan pihak orientalis yang didominasi oleh Kristen dan Yahudi telah memandang buruk Islam sejak dulu karena sejarah konflik keagamaan yang berkepanjangan antara Islam dengan Kristen dan Yahudi.

Sehingga konsekuensi dari peperangan tersebut adalah kebencian yang diwariskan oleh para pendahulunya terhadap agama islam sebagai bentuk kepercayaan kepada Tuhan mereka. Kebencian, mereka tunjukan dengan pandangan mereka terhadap segala aspek yang berkaitan dengan Islam diantaranya adalah perihal kenabian Muhammad SAW, Al Qur’an sebagai wahyu dan kitab suci islam, serta pokok-pokok keyakinan lain dalam agama islam.

Pandangan Umum Orientalis Terhadap Al-Qur’an

Salah satu ajaran dan pendapat mereka yang telah berkembang sejak dahulu adalah bahwa Al Qur’an bukanlah firman Tuhan melainkan hanya karangan dari Muhammad. Bibel sebagai kitab yang mereka jadikan sebagai pedoman mereka jadikan sebagai tolak ukur untuk menilai Al Qur’an. Apabila Al Qur’an bertentangan dengan kandungan Bibel, maka Al Qu’ran lah yang salah karena bagi mereka Bibel adalah kalam ilahi. Sehingga tidak mungkin ditemukan kesalahan atau kelalaian dalamnya. Kebencian mereka terhadap islam semakin menjadi karena terdapat ayat Al Qur’an yang berani mengkritik ayat-ayat Bibel sehingga mereka menganggap Al Qur’an merupakan kitab yang bersumber dari setan. Ayat-ayat Al Qur’an banyak yang mengkritisi doktrin yang ada dalam agama Kristen, di antaranya:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۗوَقَالَ الْمَسِيْحُ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ

Baca Juga  Oksidentalisme Sebagai Counter atas Superioritas Barat

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata sesungguhnya Allah ialah al-Masih putera Maryam. Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu” (Al Maidah 72).

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ ثَالِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّآ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ

Sesungguhnya kafirlah orang orang yang mengatakan bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga. padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa” (Al Maidah 73).

Dengan ayat-ayat tersebut para tokoh agama dari kalangan kaum Kristiani banyak yang menyatakan bahwa Al Qur’an merupakan kitab suci yang hanya memuat kebohongan. Di antara mereka yang mengemukakan pendapat tersebut adalah para tokoh Kristiani Al Kindi yang mengatakan bahwa Muhammad merupakan seorang permbohong yang membual tentang mukjizatnya layaknya yang dimiliki nabi Musa yang membelah laut dan Isa yang bisa menghidupkan orang mati, Ricodo da Monte Croce seorang biarawan Dominikus mengatakan bahwa setan lah yang mengarang Al Qur’an sekaligus membuat islam, Marthin Luther tidak jauh berbeda pandangannya dengan yang sebelumnya yang menganggap bahwa setan adalah pengarang Al Qur’an.

Pandangan Para Orientalis Lainnya

Begitu pula dengan sarjana-sarjana barat (orientalis) mengemukakan pendapat mereka bahwa Al Qur’an banyak mengambil budaya agama-agama lain sehingga menganggap ajaran islam merupakan plagiat atau tiruan dari beberapa agama diantaranya Yahudi dan Nasrani. Beberapa pendapat tokoh kaum orientalis terhadap Al Qur’an di antaranya adalah Abraham Geiger seorang orientalis beragama Yahudi mengemukakan dalam pandangannya tentang keterpengaruhan Al Qur’an dari tradisi Yahudi adalah linguistic Al Qur’an yang berasal dari bahasa ibrani yaitu tabut, Jahannam, Rabbani, sabt dan sebagainya. Selain dari konsep bahasa ia juga mengatakan bahwa beberapa konsep dan doktrin keagamaan yang diadopsi Nabi Muhammad dari ajaran yahudi seperi konsep penciptaan langit dan bumi beserta isinya, tujuh tingakatan surga dan kepercayaan tentang pembalasan di hari akhir.

Baca Juga  Orientalis: Antara Semangat Keilmuan dan Kritik Terhadap Al-Quran

Theodore Noldeke merupakan orientalis lain yang mengemukakan pendapatnya tentang Al Qur’an setelah mengembangkan teori dari Geiger. Dengan Bible sebagai tolak ukur untuk menilai Al Qur’an, ia berpendapat bahwa al Qur’an merupakan karangan Muhammad yang bersumber dari kitab Yahudi dan ajaran yang ada dalam kitab injil lebih sedikit. Beberapa pendapat Noldeke tentang ketepengaruhan islam dari tradisi Yahudi dan Kristen adalah bacaaan “basmallah” yang dibaca di awal surat merupakan kalimat yang sering diucapkan saat akan melakukan perbuatan ibadah yang sudah dikenal dalam tradisi Yahudi dan Kristen, kalimat “laa ilaha illa Allah” yang meniru kandungan ayat dari kitab samoel II. 32: 2 dan Mazmur 18: 32.

Dengan begitu dapat diketahui bahwa studi Al Qur’an di kalangan barat merujuk kepada dua agama besar yaitu Yahudi dan Kristen. Dan keduanya masing-masing memiliki argument historis yang membuktikan bahwa ajaran Islam benar-benar telah terpengaruh oeh ajaran mereka dan menyimpulkan bahwa Al Qu’ran pada akhirnya tidak lagi otentik sebagaimana yang diyakini oleh umat islam sejak dulu.

Wallahu a’lam.

Editor: An-Najmi