Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Al-Furqan 23: Adakah Surga Bagi Non Muslim yang Dermawan?

dermawan
Sumber: https://tafsirq.com/

Seperti yang sudah marak di media sosial, banyak orang kafir, atau artis-artis yang tidak beragama yang memiliki sifat dermawan. Mereka menyumbang sebagian harta ke panti asuhan, menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa’ dan lain sebagainya. Hal ini memang baik karena pastinya dilandasi dengan dasar kemanusiaan yang tinggi. Sehingga mereka mau menolong sesama dengan hartanya sedemikian rupa. Hal ini juga pernah ditanyakan oleh sayyidina Siti Aisyah kepada Nabi Muhammad SAW dengan pertanyaan seperti ini. “Wahai Nabi, si fulan itu orangnya dermawan sekali, nyumbang hartanya kesana, kesini. Lalu, bagaimana statusnya? Apakah masuk surga?”. Pertanyaan ini tidak langsung dijawab oleh nabi. Nabi terdiam ketika mendapati pertanyaan Aisyah, kemudian turun ayat sebagai bimbingan, yakni surah ke 25 ayat 23:

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

“dan kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan” QS. Al-Furqan: 23

Penafsiran Ayat

Allah menjelaskan bahwa orang non muslim atau kafir ketika berbuat baik maka Allah akan membalasnya (kebaikan itu) dalam wujud dunia pula. Hal ini juga serupa ketika seseorang melakukan pekerjaan yang berorientasi pada dunia. Maka kata Allah Waqadimna (Kami segerakan) tidak akan ditunda lagi, namun wujudnya juga berupa dunia. Maka tidak heran pula ketika banyak orang muslim yang bertanya, “Dia, orang kafir, hidupnya tidak pernah shalat dan menyembah Allah tapi hartanya banyak, melimpah, mampu beli ini dan itu”. Ayat ini bisa dijadikan jawaban bagi pertanyaan mereka, bahwa dunia juga adalah salah satu bentuk ujian dari Allah, seperti yang tertera dalam surah Al-Hadid ayat 20 yang menyebutkan bahwa:

Baca Juga  Penerapan Relasi Kekuasaan Michel Foucault dalam Al-Qur’an

“dunia hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga serta berlomba dalam kekayaan dan keturunan”

Maka jika ditelaah dengan dua ayat tersebut, perumpamaannya, dunia itu ibarat gelas, sedangkan akhirat diibaratkan dengan air. Ketika kita meminta gelas (dunia) maka hanya akan diberikan gelasnya saja. Lain lagi ketika kita meminta air (akhirat) maka akan mendapatakan gelas beserta airnya. Begitulah perumpamaan sederhana anatara keduanya agar kita senantiasa beramal sholeh. Lalu, terkait pertanyaan apakah ada surga bagi orang kafir yang dermawan seperti mereka? Kita lihat kembali pada surat Al-Furqan ayat 23, yakni dalam firmannya yang berbunyi:

“lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan”

Perumpamaan Ayat

Dari ayat ini kita tahu bahwa semua itu, kebaikan itu tidak akan ada hasilnya nanti di akhirat, semuanya akan Allah jadikan layaknya debu yang berterbangan. Mengapa demikian? Karena memang Allah itu adil, Allah sudah mengganjar semua kebaikan itu dengan rupa dunia yang megah. Bukankah itu sudah cukup untuk membayar semua kebaikan mereka yang hanya duorientasikan pada dunia? Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan di atas sudah dipastikan tidak ada surga bagi mereka, amal apa yang membawa mereka ke surga?

Dalam tafsir Ibnu katsir menjelaskan bahwa Allah menjadikan debu-debu yang berterbangan itu ketika hari kiamat tiba. Di saat Allah menghisab semua amalan hamba-Nya. Maka kemudian Allah memberitahukan kepada mereka (orang kafir) yang dermawan bahwa amal perbuatan mereka tidak akan menolong mereka nantinya. Hal ini dikarenakan tidak memenuhi syarat yang diakui oleh syariat yakni ikhlas.

Kesimpulan

Terkait dengan pertanyaan surga bagi mereka, maka di sini akan dijelaskan bahwa syarat masuk surga adalah Iman. Dasar utamanya hanya iman kemudian diselaraskan dengan amal shalih, bukankah cukup mudah memenuhi syarat masuk surga? Cukup dengan minum membaca basmalah saja ketika haus, sudah menjadi bekal menuju akhirat karena didasari dengan iman. Lain hal lagi ketika orang minum tapi tidak membaca basmalah, maka hanya mendapatkan kelegaan saja atas dahaganya. Orang yang minum dengan membaca basmalah mendapatkan pahala sepuluh, seperti yang terkandung dalam surah Al-An’am ayat 160:

Baca Juga  Harta Tak Lebih Baik Dari Amal Saleh: Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 46

“barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya…” Maka betapa meruginya orang-orang kafir dengan segala perbuatan baiknya. Orang-orang kafir di sini bukan hanya merujuk pada orang kafir yang beragama selain Islam, melainkan juga orang Islam itu sendiri yang meninggalkan salat. Ulama’ berpendapat terakit hal ini bahwa seseorang ketika meninggalkan satu shalat saja, maka sudah dipertanyakan keislamnnya. Semoga kita tergolong dengan golongan orang yang senantiasa mendirikan salat dan memperbanyak syukur.