Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Air Sebagai Sumber Kehidupan Perspektif Al-Qur’an

Kehidupan
Gambar: kompasiana.com

Sekitar 72 persen permukaan bumi tertutup air, di mana lautan menampung sekitar 96, 5 persen dari seluruh air di bumi. Air pada lautan tersebut asin dan tidak baik untuk diminum. Jumlah air di bumi digambarkan dengan model bola memiliki volume sekitar 332.500.000 mil kubik (mi3) atau 1,386 juta kilometer kubik (km3). Keberadaan air di bumi tidak pernah diam. Berkat siklus air, persediaan air bumi terus bergerak dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Definisi Air

Air adalah substansi kimia dengan rumus H2O, satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar.

Suatu penjelasan ilmiah menyebutkan jika air adalah sebuah zat pelarut. Ya, air merupakan sebuah zat pelarut yang memiliki fungsi penting dalam kehidupan makhluk hidup. Hal tersebut karena sifat kimia air yang bersifat melarutkan sehingga berperan penting dalam proses metabolisme makhluk hidup.

Secara sederhana, air juga bisa diartikan sebagai sebuah sumber kehidupan atau tanda kehidupan. Sumber kehidupan karena setiap makhluk yang hidup di muka bumi ini memerlukan air untuk bisa bertahan hidup. Dilain sisi, air juga diartikan sebagai tanda kehidupan. Hal tersebut tidak lain karena di dalam tubuh manusia sebagian besar tersusun dari air sehingga ketika tidak ada air maka tidak akan ada kehidupan pada manusia.

Fungsi Air dalam Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an surat Al-Mulk ayat 30 Allah SWT berfirman:

﴿ اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ ٣٠ ﴾

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS. Al-Mulk : 30).

Baca Juga  Beginilah Al-Qur'an Memperkenalkan Manusia

Ayat ini jika diperhatikan secara seksama, sungguh membuat kita menjadi merinding. Kenapa juga Allah mengajukan pertanyaan itu kepada manusia? Memangnya manusia sanggup hidup tanpa air?

Dalam Al-Qur’an kata air disebutkan beberapa kali. Allah mengkategorikan air dalam beberapa kriteria: dia membedakan air hujan sebagai air yang disucikan, air dari mata air sebagai air yang manis, air laut sebagai air asin, dan Allah juga menyebutkan air-air yang mengalir dari bebatuan. Selain itu, dia juga menyebut sesuatu yang membatasi antara air laut dan tawar (sungai bertemu).

Berikut ini fungsi air yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

Air Sebagai Bahan Baku Kehidupan

Allah menjelaskan bahwa air (ماَءٌ) adalah bahan baku kehidupan,

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ ٣٠ ﴾

Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS. Al-Anbiya: 30).

Dalam ayat lain Allah juga menjelaskan bahwa Allah menghidupkan tanah-tanah tandus melalui air yang diturunkannya dari langit. Dari sana berbagai jenis makhluk yang ada di bumi hidup dan tumbuh dengan indah (QS. Al-Hajj: 5). Allah pulalah dengan airnya menciptakan segala macam jenis hewan (An-Nur: 45).

Bahkan, lebih jauh lagi, air merupakan bahan baku penciptaan. Allah dengan bijaksana meminta manusia untuk mengingat awal mula penciptaannya yang berasal dari air mani. Juga Allah menyebutkan hal ini secara gamblang di Al-Qur’an sebagai pengingat manusia yang senantiasa lalai dan sombong akan penciptaannya. Allah SWT berfirman:

﴿ ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهٗ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍ ۚ ٨ ﴾

“Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani).” (QS. As-Sajdah: 8).

Baca Juga  Ekosistem dalam Prespektif Sains dan Al-Quran

Hal yang sama juga ditegaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari air yang hina dan terpancar (mani) (QS. Al-Mursalat: 20) dan (QS. At-Tariq: 6).

Air Hujan Sebagai Rezeki

Allah menekankan dalam firmannya, bahwa air hujan adalah rahmat dan rezeki bagi makhluknya. Bahkan Allah menekankan bahwa dialah yang membuat curah hujan dan membuat tanah tandus menjadi subur yang menghasilkan makanan (QS. Al-Baqarah: 22, QS. Al-An’am: 99, QS. Taha: 53, QS. Al-Hajj: 63, QS. An-Naml: 60, dan QS. Al-Qasas: 23).

Yang demikian itu adalah rahmat Allah di mana hujan turun untuk menyediakan air minum dan menumbuhkan padang rumput hijau bagi binatang ternak yang juga menjadi sumber makanan bagi manusia.

Allah berfirman:

﴿ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لَّكُمْ مِّنْهُ شَرَابٌ وَّمِنْهُ شَجَرٌ فِيْهِ تُسِيْمُوْنَ  ١٠ ﴾

Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu.” (QS. An-Nahl: 10).

Tidak hanya itu, air hujan adalah air yang disucikan (murni), di mana sebelumnya angin membawa awan yang berisi air hujan sebagai kabar gembira (QS. Al-Furqan: 48). Di samping itu dari air hujan itu Allah mengirimkan air murni dari pegunungan untuk manusia nikmati (QS. Al-Mursalat: 27).

Dalam buku ‘Tafsir Ilmi Air dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains’ yang disusun Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI bersama lembaga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan bahwa air meresap ke dalam bumi itu melalui hujan.

Air Sebagai Sumber kehidupan

Air adalah sumber daya alam yang dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup. Di mana air dibutuhkan tanaman untuk mendukung proses pertumbuhan. Air dibutuhkan hewan dan manusia untuk mencukupi kebutuhan cairan. Hingga air dibutuhkan manusia untuk melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, mengolah makanan, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Tafsir Surah Hud Ayat 61: Menyelami Ekoteosentrisme

Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa air adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup di bumi. Dalam hal ini, air akan terus menerus berproduksi untuk mendukung keberlangsungan hidup makhluk di bumi.

Bahkan dalam surat Al-Furqan juga dijelaskan bahwa Allah menciptakan air untuk keberlangsungan hidup umat manusia,

وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً طَهُوْرًا ۙ ٤٨ لِّنُحْيِ َۧ بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًا وَّنُسْقِيَهٗ مِمَّا خَلَقْنَآ اَنْعَامًا وَّاَنَاسِيَّ كَثِيْرًا ٤٩ ﴾

“Dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih, agar (dengan air itu) kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak.” (QS. Al-Furqan: 48-49).

Kesimpulan

Akhirnya inti pada tulisan ini bahwa secara garis besar air merupakan senyawa yang memiliki peran penting dalam mendukung sisi kehidupan bagi makhluk hidup yang ada di permukaan bumi ini. Di dalam Al-Qur’an pun banyak ayat yang menjelaskan tentang air, dari segi kandungan, fungsi maupun peranannya bagi semua makhluk hidup yang ada di bumi.

Penyunting: Bukhari

Izzat Ibrahim Imammudin Mohtar
Mahasiswa jurusan Ilmu al-Qur'an dan Tafsir di STIQSI Lamongan. Bisa disapa melalui ig @ibra.bib09