Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

5 Hikmah Gempa Bumi menurut Said Nursi dalam Risalah al-Nur

Sosial Politik
Sumber: https://www.rasaelalnour.com/

Terkadang sebagian orang bertanya-tanya, apa penyebab musibah yang menyakitkan ini? Mengapa musibah dan peringatan Ilahi justru menimpa kaum muslim yang lemah bukan negara kafir atau ateis? Jika peringatan Allah berupa gempa bumi merupakan bentuk penebus dosa orang-orang zalim, mengapa orang-orang yang tidak berdosa terkena dampak mereka? Apakah gempa bumi sesuai dengan qudrah dan rahmat-Nya? Nursi akan menyebutkan beragam hikmah gempa yang terdapat pada Q.S al-Zalzalah (99): 1-9, yaitu:

اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَاۙ وَقَالَ الْاِنْسَانُ مَا لَهَاۚ يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ بِاَنَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَاۗ يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهࣖ

Menurut Nursi, surah di atas menegaskan bahwa gempa dan gerakan bumi tidak terlepas dari wahyu dan perintah Allah.

5 Hikmah Gempa menurut Said Nursi

1. Hikmah Maknawi

Gempa bumi telah mendatangkan bencana maknawi yang lebih hebat daripada bencana materi. Bencana maknawi itu berupa rasa takut, resah, dan putus asa yang menyelimuti jiwa. Karena gempa telah mengusik ketenangan sebagian besar manusia bahkan di malam hari. Menurut Nursi, hal ini disebabkan karena orang-orang melakukan kezaliman di muka bumi.

2. Peringatan Atas Kezaliman

Gempa bumi terjadi sebagai peringatan akibat maksiat yang dilakukan oleh mayoritas orang. Bisa jadi sebagian mereka ikut serta bersama kalangan yang berbuat zalim itu entah dalam bentuk perbuatan; masuk ke dalam barisan mereka atau patuh terhadap perintah mereka. Orang-orang tersebut telah berbuat kezaliman meski tidak secara langsung.

3. Hikmah Rabbani

Hikmah Rabbani dari musibah gempa bumi bagi kaum beriman ialah apabila mereka melakukan kesalahan atau kezaliman. Maka Allah langsung mengingatkan mereka dengan sedikit hukuman di dunia. Perlakuan ini khusus bagi mereka agar dapat memperbaiki diri dan kehidupannya menjadi lebih baik. Berbeda dengan kaum kafir yang azabnya ditangguhkan hingga ke pengadilan terbesar di akhirat. Nursi menganalogikan hikmah ini dengan kejahatan kecil langsung mendapatkan teguran di tempat. Sementara kejahatan besar dialihkan ke pengadilan tinggi dan hukumannya tidak langsung.

Baca Juga  Cinta Dunia Perspektif Said Nursi dalam Risalah An-Nur

4. Hikmah Ujian di Dunia

Nursi menyebutkan sebuah ayat Q.S al-Anfal (8): 25, yaitu:

وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَاۤصَّةً ۚوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Makna yang tersirat dari ayat di atas adalah bahwa dunia merupakan tempat ujian dan cobaan yang menuntut berbagai hakikat senantiasa terselubung agar persaingan dalam kebaikan tetap terpelihara. Andaikan orang yang tidak berdosa selamat dari ujian dan tidak terkena dampaknya, maka keimanan akan menjadi hal yang aksiomatis (lumrah). Artinya, kaum kafir dan kaum mukmin akan sama-sama tunduk sehingga beban taklif menjadi percuma dan tidak dibutuhkan lagi upaya untuk naik ke tingkatan iman yang lebih tinggi.

5. Manifestasi Kasih Sayang-Nya

Di saat murka Allah, tersirat manifestasi kasih sayang-Nya. Sebab, aset harta milik orang-orang yang tidak berdosa akan dikekalkan untuk kehidupan mereka di akhirat dan akan disimpan sebagai sedekah. Sementara, kehidupan mereka yang fana akan berubah menjadi kehidupan abadi yang mendapat sejenis tingkatan mati syahid. Ujian dan musibah gempa bumi bagi kaum yang tidak berdosa sebenarnya merupakan wujud kasih sayang Ilahi yang tersirat di dalam penderitaan yang sementara dan kecil. Namun, mereka akan diberi aset yang kekal dan besar di akhirat.

6. Bukti Kekuasaan-Nya

Allah telah memberikan berbagai tugas pada setiap unsur dan menciptakan berbagai hasil dari setiap tugas tersebut. Seandainya sebuah hasil yang buruk – musibah dan bencana – muncul dari salah satu unsur pada salah satu tugas. Maka seluruh hasil yang baik akan menjadikan satu hasil yang buruk tersebut sebagai hasil yang baik dan indah. Sebab jika unsur yang murka pada manusia itu dilarang melakukan tugasnya sehingga hasil yang buruk itu tidak terjadi. Maka akan banyak hasil baik dari berbagai tugas unsur tersebut akan ditinggalkan. Artinya, akan muncul hasil buruk sebanyak hasil yang baik. Hal ini justru bertentangan dengan qudrah-Nya, sementara qudrah-Nya bersih dari kekurangan.

Baca Juga  Menelisik Etika Berbisnis dalam Al-Qur'an

Penyunting: Ahmed Zaranggi